Hawking: 100 Tahun Lagi Bumi akan Kiamat


Ilmuwan Stephen Hawking merevisi pendapatnya mengenai kesempatan hidup manusia di Bumi. Hawking memperkirakan manusia hanya punya waktu 100 tahun untuk tinggal di Bumi.

Berdasarkan dokumenter BBC yang dilaporkan Futurism pada Jumat (4/5), Hawking memperingatkan Bumi akan mengalami  kiamat setelah 100 tahun. Sebelum menghadapi itu semua, Hawking memperingatkan umat manusia segera hijrah ke planet baru.

Pernyataan dari fisikawan kondang ini merevisi prediksi yang ia buat sendiri pada November silam. Saat itu Hawking memperkirakan manusia masih punya waktu 1.000 tahun bermukim di Bumi sebelum menyingkir ke planet lain.

"Kita harus melanjutkan eksplorasi menuju planet baru demi masa depan kemanusiaan," ujar Hawking dalam sebuah talkshow, seperti dikutip dari situs Washington Post, 18 November 2016 lalu.

Mengkoreksi dari 1.000 tahun ke 100 tahun bukanlah waktu singkat. Secara tak langsung, Hawking menggambarkan kondisi Bumi dalam kondisi yang sangat buruk.

Padahal rentang ucapan Hawking yang pertama dengan koreksinya hanya berselang enam bulan.

Hawking menyebut sejumlah faktor yang menyebabkan Bumi semakin rapuh seiring waktu. Perubahan iklim, serangan asteroid, penyakit epidemi, dan overpopulasi, ia tengarai sebagai faktor pendorong manusia wajib mencari tempat tinggal baru di planet lain.

Sebelumnya Hawking pernah menyebutkan bahwa kecerdasan buatan dan perang nuklir turut mengancam nyawa umat manusia di Bumi.

Sementara prediksi Hawking soal kiamat Bumi jadi makin dekat, beberapa solusi sudah muncul untuk mengatasinya. Solusi dengan potensi terbaik dilakukan oleh SpaceX.

Elon Musk, pendiri sekaligus CEO SpaceX, secara gamblang mengungkapkan ambisinya membangun peradaban manusia di Mars. Ia berencana mendaratkan manusia di Mars pada 2025 dan membangun koloni di 2033.

Sebagai permulaan dari rencana besar itu, SpaceX memproduksi roket peluncur yang bisa dipakai berulang kali. Roket dengan kemampuan ini meningkatkan efektivitas peluncuran sehingga frekuensi penerbangan ke antariksa makin banyak.

Rencana merengkuh tanah Planet Merah juga dimiliki oleh NASA dan China. Baik NASA dan China menargetkan tiba di Mars pada 2030.

Baca : Ilmuwan Ini Peringatkan Kita Supaya Segera Meninggalkan Bumi dalam Waktu 100 Tahun

Dengan riset yang intensif, Mars sejauh ini dianggap sebagai kandidat paling memungkinkan untuk ditinggali manusia menggantikan Bumi. Selain jaraknya yang tak begitu jauh, Mars punya potensi kandungan air yang jadi syarat utama kehidupan makhluk hidup.

0 Response to "Hawking: 100 Tahun Lagi Bumi akan Kiamat"

Posting Komentar