Ingin Punya Rumah dan Mobil, Alasan Buruh Tuntut Upah Selangit

aksi may day di depan istana. ©2013 Merdeka.com/m. luthfi rahman
Ketua Umum DPP Serikat Pekerja Nasional (SPN) Baso Rukman mengungkapkan alasan buruh terus-terus menuntut mendapatkan upah tinggi. Baso mencontohkan upah minimal buruh di Jakarta seharusnya Rp 6-7 juta. Dengan upah tersebut, buruh dapat membeli rumah atau pun apartemen dengan cara mencicil.

"Gaji ideal di Jakarta itu menurut saya Rp 6-7 juta. Idealnya. Dia bisa cicil rumah, kalau pun paling kecil, dia bisa cicil apartemen, apartemen kan Rp 2,5 juta nyicilnya. Dia makan, dia minum, dia bersosialisasi cukup dengan Rp 6 sampai Rp 7 juta," kata Baso usai mengisi diskusi 'Dilema Upah Minimum' di Jakarta Selatan, Sabtu (29/4).

Bahkan, Baso mengatakan, bisa saja upah bagi para buruh mencapai Rp 10 juta per bulan. Sebab, kata dia, para buruh ingin pula dapat membeli mobil.

"Dia (gaji) sampai Rp 10 juta, dia udah bisa kredit mobil, kredit mobil Rp 3,5 juta sudah ada," katanya.

Seperti diketahui, buruh akan kembali menggelar aksi pada tanggal 1 Mei atau yang dikenal dengan sebutan May Day. Tuntutan pertama, pemerintah diminta memperbaiki sistem upah layak bagi buruh. Kedua, melawan setiap upaya pemberangusan serikat pekerja.

Ketiga, pemerintah dituntut memperbaiki jaminan sosial. Terakhir pemerintah segera menyelesaikan masalah buruh PT Freeport yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) termasuk melawan kriminalisasi terhadap Ketua PUK KEP SPSI Freeport Sudiro.

0 Response to "Ingin Punya Rumah dan Mobil, Alasan Buruh Tuntut Upah Selangit"

Posting Komentar